4 Penyebab Bercak Darah Tanda Hamil & Penanganannya 

Flek biasa muncul pada kehamilan dengan umur trimester awal dan akhir. Kenali lebih dulu penyebabnya, apakah tergolong sesuatu yang normal atau berbahaya. Berikut ini penyebab terjadinya bercak darah tanda hamil dan cara menanganinya. 

  • Pendarahan Trimester Awal

Pendarahan terjadi pada 15-20% wanita hamil pada trimester awal. Bercak ini muncul diakibatkan adanya pembuahan satu hingga dua minggu sebelumnya. Sel telur yang dibuahi akan bertempat di lapisan dinding. Menyebabkan lapisan dinding rahim menebal dan meluruh sehingga muncul flek ringan. Masalah seperti ini lumrah terjadi pada beberapa wanita hamil dan bukan suatu gangguan. 

  • Keguguran 

Semua wanita yang mengalami keguguran pada usia kehamilan muda, hampir semuanya mengeluarkan bercak darah. Hal ini dikarenakan kondisi rahim tidak stabil dan menyebabkan peluruhan pada lapisannya. Cara penangannya perlu mengetahui sebab dari kegugurannya terlebih dahulu. 

  • Hamil Ektopik

Flek yang muncul pada trimester pertama bisa menjadi masalah serius saat penyebabnya adalah kehamilan ektopik. Artinya kehamilan ini terjadi karena sel telur yang berhasil dibuahi berada di luar rahim. Perkembangan embrionya sangat berbahaya bagi kondisi tubuh. Maka reaksi tubuh akan memberikan tanda dengan bercak darah sebagai indikasi kondisi embrio tidak sehat. 

  • Akibat Berhubungan Seks

Tanda muncul bercak darah juga karena berhubungan seks dalam keadaan hamil yang tidak diketahui. Sehingga sel telur dan sel sperma yang telah membentuk embrio masih belum stabil. Ketika embrio yang belum melekat di dinding dengan kuat, dihantam sel sperma yang kembali masuk di usia sangat muda akan menimbulkan kontraksi pada embrio tersebut dan dapat dibuktikan dengan luruh. Sebaiknya saat sudah menjalani hubungan dan mengalami datang bulan terlambat, langsung diperiksakan ke dokter. 

Demikian bercak darah tanda hamil yang terjadi pada trimester awal. Cara penanganannya dengan sering berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui kondisi dari calon janin, minum air putih yang cukup agar selalu terhidrasi, dan pastikan istirahat yang cukup. Jangan beraktivitas fisik secara berlebihan dan sebisa mungkin hindari hubungan seks untuk sementara waktu. Tetap selalu menjaga kebersihan vagina dengan menjaga kelembapannya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.